Selasa, 06 Januari 2009

Memerangi Rasa Malas

Menghadapi mereka yang schoolfobia atau malas sekolah memang enggak gampang. Butuh dicari tahu penyebab dari masing-masing anak. Penanganannya pun berbeda untuk setiap kasus, kata seorang psikolog yang juga pemerhati pendidikan anak dan remaja, Bu Alva Handayani. Penyebab kemalasan anak untuk belajar dan akhirnya sampai malas berangkat sekolah bisa dideteksi sejak awal. Secara umum, penyebab utamanya adalah pola belajar yang dipakai sejak kecil, bisa dari TK atau SD. Faktor kebiasaanlah yang nantinya berpengaruh pada sikap masing-masing anak selanjutnya.

Kalau dipikir-pikir lagi, rasa malas emang enggak dateng tiba-tiba ya. Pasti ada penyebab yang bikin kita malas melakukan sesuatu, padahal kita harus melakukan hal tersebut. Mungkin kalau dulu di SD atau TK, yang dianggap sebagai anak rajin adalah anak-anak yang duduk diam mendengarkan semua yang dibilang Ibu guru. Anak yang banyak tanya malah dianggap sebagai biang keributan. Hal seperti ini yang nantinya bisa berdampak kurang baik untuk anak-anak tertentu, tutur Bu Alva yang juga aktif sebagai trainer untuk remaja dan guru.

Tuntutan untuk lebih kreatif dari guru juga bisa jadi penyebab malas sekolah. Kalau saya lihat sih, anak-anak sekarang tingkat usahanya jauh lebih rendah dibandingkan anak-anak dulu. Dengan tingkat ekonomi ortu yang semakin baik, mereka pun akan menganggap belajar bukan sebagai usaha untuk tujuan ke depan dan semakin santai menghadapi semuanya, jelas Bu Alva.Menghadapi mereka yang schoolfobia atau malas sekolah memang enggak gampang.

Butuh dicari tahu penyebab dari masing-masing anak. Penanganannya pun berbeda untuk setiap kasus, kata seorang psikolog yang juga pemerhati pendidikan anak dan remaja, Bu Alva Handayani. Penyebab kemalasan anak untuk belajar dan akhirnya sampai malas berangkat sekolah bisa dideteksi sejak awal. Secara umum, penyebab utamanya adalah pola belajar yang dipakai sejak kecil, bisa dari TK atau SD. Faktor kebiasaanlah yang nantinya berpengaruh pada sikap masing-masing anak, lanjutnya

Bu Alva juga punya masukan untuk bapak dan ibu guru di sekolah supaya murid-muridnya rajin dan betah berada di sekolah. Pola mengajar dari guru pun harus disesuaikan dengan keadaan anak-anak di kelas, lho. Salah satu yang efektif adalah guru harus mencari korelasi antara pelajaran yang sedang dipelajari dan realita yang dihadapi anak-anak. Guru juga harus kreatif dong, supaya murid juga enjoy belajarnya. Alumni yang udah bekerja atau kuliah pun bisa dipanggil lagi untuk sharing dengan anka-anak. Mereka bisa dijadikan sebagai role model juga kan, tambah Bu Alva.

Sumber : http://smpit-nurulhikmah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar