Dalam Ujian Nasional, ataupun ujian-ujian lain yang menghadirkan matematika sebabagi salah satu bahan uji, matematika acap menjadi momok. Menurut Psikolog Alva Handayani pada Semiloka Mengatasi Fobia Matematika pada Anak(14/08/04) di Bandung, “Munculnya fobia Matematika juga disebabkan sugesti yang tertanam dalam benak seorang anak bahwa Matematika itu sulit. Sugesti tersebut muncul dari orang-orang sekitar yang mengatakan Matematika itu sulit.”
Dari aspek psikologi, menurut psikolog Alva Handayani, peranan orang tua pun dibutuhkan untuk mengatasi fobia matematika. Berdasarkan kapasitas otak manusia yang luar biasa, orangtua dapat optimistis bahwa semua anak dapat memahami matematika.
Menurutnya, mengajar matematika bukan sekadar mengenal angka dan menghapalnya namun bagaimana anak memahami makna bermatematika. Konsekuensinya, kata Alva, orang tua harus memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi, observasi dalam keadaan rileks. Para orang tua tidak perlu khawatir dengan kemampuan matematika para putra-putri mereka. Terpenting dalam menumbuhkan cinta anak pada matematika adalah terbiasanya anak menemukan konsep matematika melalui permainan dalam suasana santai di rumah dalam rangka mempersiapkan masa depan anak.
"Jika anak sering menemukan orang tua menggunakan konsep matematika, anak akan menangkap informasi tersebut dan akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, pengaturan uang saku dan tabungan hingga pengaturan jadwal kereta api atau penerbangan," katanya.sumber : http://myscienceblogs.com/matematika/2007/06/21/pendidikan-matematika/
http://www.mathmagicschool.com/articles-content.asp?nav=info&ContentID=231589674
Info yang bagus !
BalasHapusBarangkali informasi mengenai "fobia matematika" berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Fobia Matematika ?